Sedikit cerita..
Beberapa minggu yang lalu saya dijengkelkan oleh kelakuan seorang teman. Waktu itu karena suatu hal, ya sebut saja dia mengutak-atik barang saya sehingga mahakarya saya menjadi rusak. Ketika saya menanyakan hal tersebut kepada teman saya itu, dia bukannya meminta maaf, tetapi malah mengelak mencari alasan ini-itu, berbicara ngalor-ngidul tidak ada ujungnya, bahasa singkatnya sih ngeles. Padahal sudah jelas-jelas dia bersalah, tetapi tidak mau mengakui kesalahannya, bahkan meminta maafpun tidak. Saya yang merasa jengkel kemudian meninggalkan teman saya dan sejuta alasannya itu. Hm, sebenarnya yang membuat saya marah bukan karena dia merusak barang saya, ya memang jengkel sih, tetapi sikap dia yang tidak mau mengakui kesalahan dan meminta maaflah yang lebih membuat saya jengkel.
Beberapa hari yang lalu ketika saya pergi ke pasar membeli beberapa telur untuk keperluan kantor, tiba-tiba seorang ibu-ibu yang tidak hati-hati mengendarai sepeda motornya menabrak telur-telur yang sedang saya bawa. Telur-telur saya pecah dan kantong kresek saya jebol sehingga cairan putih dan kuning telur keluar lewat lubang kantong kresek. Si ibu itu bukannya minta maaf, tetapi malah menyuruh saya mencari kantong plastik dan kemudian mengegas sepeda motornya meninggalkan saya. Hal itu kontan membuat saya jengkel. Bukan karena telur saya pecah, tetapi lebih kepada sikap ibu-ibu itu yang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki perasaan bersalah sedikitpun. Kalau ibu-ibu itu meminta maaf dengan baik-baik, saya juga tidak akan meminta ganti-rugi telur kog, ya namanya juga kecelakaan, lagian saya sudah berjalan di sebeleh kiri jalan lho.
Kadang-kadang, kata maaf menjadi kata yang sulit untuk diucapkan, padahal hanya terdiri dari 4 huruf, tetapi memiliki makna yang dalam, dan juga ucapan terima kasih.
Biasakanlah mengucap kata maaf untuk setiap kesalahan yang telah kamu lakukan, dan terimakasih untuk setiap penghargaan dan bantuan yang orang lain berikan untukmu.